Text Widget

ads
Responsive Ads Here

Daerah Penangkapan ikan Belanak

MAKALAH

DAERAH PENANGKAPAN IKAN BELANAK



Oleh:

Nama                            : Muqtamar Effendi
Nim                      : 13160033
Mata Kuliah        : Daerah Penangkapan Ikan


UNIVERSITAS ABULYATAMA ACEH
PEMANFAATAN SUMBERDAYA PERIKANAN
FAKULTAS PERIKANAN
TAHUN 2015
BAB I
PENDAHULUAN
1.1.   Latar Belakang
Suatu daerah dapat disebut sebagai daerah penangkapan ikan apabila ada interaksi antara sumberdaya ikan yang menjadi target penangkapan ikan dengan teknologi penangkapan ikan yang digunakan untuk menangkap  ikan. Keadaan suhu, salinitas, arus permukaan, upwelling dan front dapat mempengaruhi kehidupan ikan secara baik secara langsung maupun tidak langsung. Keadaan iklim dan cuaca juga dapat mempengaruhi kelimpahan ikan. Iklim dan musim akan mempengaruhi penyebaran ikan, sedangkan cuaca seperti terjadinya topan dapat mempengaruhi ruaya serta keberadaan ikan pada suatu daerah karena topan dapat menyebabkan terjadinya turbulensi. Ikan biasanya akan menghindari hal demikian karena sedimen laut yang terangkat dapat merusak filament insang ikan-ikan tersebut (Nomura, 1996)
Daerah penangkapan ikan merupakan suatu daerah perairan dimana ikan yang menjadi sasaran penangkapan tertangkap dalam jumlah yang maksimal dan alat tangkap dapat dioperasikan serta ekonomis. Suatu wilayah perairan laut dapat dikatakan sebagai “daerah penangkapan ikan” apabila terjadi interaksi antara sumberdaya ikan yang menjadi target penangkapan dengan teknologi penangkapan ikan yang digunakan untuk menangkap ikan. Hal ini dapat diterangkan bahwa walaupun pada suatu areal perairan terdapat sumberdaya ikan yang menjadi target penangkapan tetapi alat tangkap tidak dapat dioperasikan yang dikarenakan berbagai faktor, seperti antara lain keadaan cuaca, maka kawasan tersebut tidak dapat dikatakan sebagai daerah penangkapan ikan demikian pula jika terjadi sebaliknya (Nelwan, 2004)
Pengetahuan mengenai daerah penangkapan ikan meliputi kelimpahan, kepadatan stok, sifat fisik lingkungan, pola migrasi dan distribusi jenis-jenis ikan sangat penting, seperti I daerah terumbu karang. Begitu pula pada ekosistem terumbu karang, ekosistem ini mempunyai produktivitas organik yang sangat tinggi, demikian pula keanekaragaman biota yang ada didalamnya. Sebagai sumber daya hayati terumbu karang dapat pula menghasilkan berbagai produk yang mempunyai nilai eonomi tinggi (Nelwan, 2004).
1.2.   Tujuan
Adapun tujuan dari pembuatan makalah daerah penangkapan ikan belanak yaitu:
1.         Agar mahasiswa/i mengetahui apa itu daerah penangkapan ikan
2.         Agar mahasiwa/i dapat memahami daerah penangkapan ikan belanak
3.         Agar mahasiswa/i dapat memahami cara penangkapan ikan belanak
4.         Agar  mahasiswa/i dapat mengetahui factor-faktor yang mempengaruhi daerah penangkapan ikan




BAB II
PEMBAHASAN

2.1.  Pengertian Daerah Penangkapan Ikan
Daerah Penangkapan Ikan merupakan suatu perairan dimana ikan yang menjadi sasaran penangkapan diharapkan dapat tertangkap secara maksimal, tetapi masih dalam batas kelestarian sumberdayanya.
Agar suatu perairan memenuhi kriteria sebagai daerah penangkapan ikan, maka:
1.      Perairan tersebut harus merupakan lingkungan yang cocok untuk hidup ikan belanak yang menjadi sasaran penangkapan.
2.      Perairan itu mempunyai kandungan makanan yang cocok bagi ikan belanak yang menjadi sasaran penangkapan.
3.      Perairan itu merupakan tempat perkembangbiakan dan pemijahan yang cocok bagi ikan belanak akan yang menjadi sasaran penangkapan.

2.2.   Karakteristik Daerah Penangkapan Ikan
Kondisi-kondisi yang perlu dijadikan acuan dalam menentukan daerah penangkapan ikan adalah sebagai berikut :
a)      Daerah tersebut harus memiliki kondisi dimana ikan dengan mudahnya datang bersama-sama dalam kelompoknya, dan tempat yang baik untuk dijadikan habitat ikan tersebut. Kepadatan dari distribusi ikan tersebut berubah menurut musim. Daerah yang sesuai untuk habitat ikan, oleh karena itu, secara alamiah diketahui sebagai daerah penangkapan ikan. Kondisi yang diperlukan sebagai daerah penangkapan ikan harus dimungkinkan dengan lingkungan yang sesuai untuk kehidupan dan habitat ikan, dan juga melimpahnya makanan untuk ikan. Tetapi ikan dapat dengan bebas memilih tempat tinggal dengan kehendak mereka sendiri menurut keadaan dari waktu ke waktu dan dari tempat ke tempat. Oleh karena itu, jika mereka tinggal untuk waktu yang agak lebih panjang pada suatu tempat tertentu, tempat tersebut akan menjadi daerah penangkapan ikan.
b)      Daerah tersebut harus merupakan tempat dimana mudah menggunakan peralatan penangkapan ikan. Umumnya daerah muara untuk ikan belanak yang bisa menjadi daerah penagkapan ikan memiliki kaitan dengan kelimpahan makanan untuk ikan. Tetapi terkadang pada perairan tersebut susah untuk dilakukan penangkapan ikan belanak karena adanya factor tertentu.
c)      Daerah tersebut harus bertempat di lokasi yang bernilai ekonomis. Ini sangat alamiah di manamanajemen akan berdiri atau jatuh pada keseimbangan antara jumlah investasi dan pemasukan. Daerah penangkapan ikan juga dikontrol oleh permintaan pasar untuk ikan. Permintaan untuk produk ikan akan dipengaruhi oleh kapasitas ketersediaan dari tempat tersebut, sebagai contoh, adalah baru saja dikembangkan sebagai daerah penangkapan ikan. Jadi, daerah penangkapan ikan selalu memiliki nilai yang relatif, berhubungan dengan keseimbangan ekonomi, daerah penangkapan ikan lainnya, efisiensi usaha perikanan dan permintaan ikan di dalam pasar. Begitulah, harus selalu berusaha menemukan daerah penangkapan ikan yang ekonomis dan efektif dari metode penangkapan ikan yang dimodernisasi.

2.3.   Ikan belanak
Ikan beanak ini mempunyai nama latin valamugil Sehel, Liza Melinoptera. Ikan belanak merupakan jenis ikan laut tropis dan subtropis yang bentuknya hamper menyerupai ikan bandeng. Ikan belanak mepakan jenis ikan pelagis ( Benthopelagic ) yang bersifat Katadromus, dapat hidup diperairan tawar seperti sungai, estuaria dan laut dengan kedalaman sampai 120 meter. Dalam bahasa Inggris dikenal sebagai blue-spot mullet atau blue-tail mullet. Ikan ini hidup diperairan tropis dan subtropis, terkadang ditemukan juga diperairan payau, bahkan diair tawar.
         Ikan belanak secara umum bentuknya memanjang agak langsing dan gepeng. Sirip punggung terdiri dari satu jari-jari keras dan delapan jari-jari lemah. Sirip dubur berwarna putih kotor terdiri dari satu jari-jari keras dan sembilan jari-jari lemah. Bibir bagian atas lebih tebal daripada bagian bawahnya ini berguna untuk mencari makan di dasar/organisme yang terbenam dalam lumpur (kriswantoro dan Sunyoto, 1986). Ciri lain dari ikan belanak yaitu mempunyai gigi yang amat kecil, tetapi kadang-kadang pada beberapa spesies tidak ditemukan sama sekali.

Gambar : Ikan belanak

Bentuk ikan belanak secara umum memanjang agak langsing dan gepeng. Sirip punggung terdiri dari satu jari-jari keras dan delapan jari-jari lemah. Sirip dubur berwarna putih kotor terdiri dari satu jari-jari keras dan sembilan jari-jari lemah. Bibir bagian atas lebih tebal daripada bagian bawahnya ini berguna untuk mencari makan di dasar/ organisme yang terbenam dalam lumpurCiri lain dari ikan belanak yaitu mempunyai gigi yang amat kecil, tetapi kadang-kadang pada beberapa spesies tidak ditemukan sama sekali.
Di perairan Cirebon, tepat sekitar pelabuhan Cirebon (berdasarkan pengalaman trip), banyak sekali ikan belanak, mereka sering bergerombol 5-8 ikan, dengan ukuran bervariatif. Terkadang ikan ini bermanuver,  sehingga membuat gemas, karena sulit sekali memancing ikan ini. Saya coba dengan udang mati, udang hidup, pelet dll, tak kunjung strike, ikan ini tetap berlenggang bebas berenang. Yang sering saya lihat di sekitar, untuk menangkap ikan ini biasanya menggunakan jaring insang, nelayan Cirebon selalu menggunakan jaring untuk menangkap ikan ini.
Ikan belanak merupakan ikan yang habitatnya berasal dari air laut. Jenis-jenis ikan belanak diperairan pantai Indonesia digolongkan kedalam Genus Mugil (Djuahanda, 1981). Warna : Bagian belakang berwarna kehijau-hijauan atau abu-abu kecoklatan, pada bagian sisi dan perut berwarna keperakan; pinggiran belakang sirip ekor berwarna hitam; pada permulaan sirip dada terdapat spot biruMoolgarda delicatus. Ikan belanak bersisik cycloid atau ctenoid, bisa dengan jari-jari kecil di tepinya atau tidak, ujung rahang atas melengkung ke bawah dan terlihat pada saat mulutnya tertutup.
Famili Mugillidae merupakan ikan yang mempunyai prospek yang paling baik untuk dijadikan ikan budidaya diantara ikan laut dan air payau. Dilihat dari segi pemasaran Ikan belanak banyak disukai masyarakat baik sebagai ikan segar atau sebagai ikan yang telah diawetkan secara tradisional. Ikan ini merupakan ikan yang senang hidup bergerombol dekat pantai dan perairan yang dangkal, mempunyai kebiasaan melompat-lompat untuk menghindari predator. Ikan ini memeliki berat kurang dari 0,5 kg. Habitat ikan Liza subviridis di sekitar pantai yang termasuk payau ikan ini juga dapat hidup diair tawar. Penyebaran ikan belanak, sangat luas (all tropical and temperate seas) meliputi ; Indo-Pacific, laut merah, jepang bagian utara, dan afrika selatan.

2.4.   Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Daerah Penangkapan Ikan
         Ada beberapa factor yang dapat mempengaruhi daerah penangkapan ikan, termasuk juga pada ikan belanak.
1.      Suhu perairan
Ikan laut termasuk jenis hewan yang eksotermik yang artinya memiliki suhu tubuh yang sangat dipengaruhi oleh suhu massa air yang ada di sekitarnya. Hampir semua hewan laut memang termasuk golongan hewan yang eksotermik, kecuali burung laut dan mamalia laut yang endotermik karena keduanya tersebut dapat mengatur suhu tubuhnya sendiri (Effendi, 2003).
Suhu air sangat berpengaruh terhadap kehidupan ikan. Kenaikkan suhu perairan sebesar 10ºC akan meningkatkan metabolisme dalam tubuh ikan itu sampai dua kali lipat. Penurunan suhu perairan 1ºC akan menurunkan nafsu makan dari ikan. Jika suhu perairan tiba-tiba naik cukup tajam, maka tingkat metabolisme dalam tubuh ikan naik, dan kebutuhan oksigen pada ikan tersebut juga meningkat. Disisi lain kenaikkan oksigen justru menyebabkan turunnya tingkat kelarutan oksigen dalam air. Akibatnya, terjadi kesenjangan oksigen di satu pihak dengan suplay oksigen di lain pihak bagi ikan tersebut. Ikan kekurangan oksigen akan menjadi lemas (karena oksigen tersebut dalam proses pembakaran menghasilkan tenaga), jika hal ini berlangsung lama maka ikan mati. Hal ini oleh ikan akan diantisipasi dengan berpindah mencari perairan yang kondisi suhunya sesuai dengan yang mereka senangi.
2.      Arus
Arus laut adalah gerakan massa air laut kearah horizontal dalam skala besar. Walaupun ada arus vertikal, namun ulasan ini hanya membahas arus horizontal saja. Berbeda seperti pada arus sungai yang searah dengan aliran sungai menuju ke arah hilir, dimana kecepatan arus sungai bisa di ukur secara sederhana. Arus merupakan gerakan air secara perlahan maupun cepat dipermukaan air maupun di dalam air yang merupakan wujud dari penyinaran bumi yang tidak merata. Arus akan mempengaruhi terhadap ikan, yang dapat memindahkan anak-anak ikan karena arus yang terlalu kuat, dan juga dapat memindahkan makanan ikan, sehingga ikan berpindah tempat.
3.      Salinitas
Tiap jenis ikan menyenangi kadar garam atau salinitas yang berbeda untuk lingkungan hidupnya. Ada jenis ikan yang senang di perairan yang kadar garamnya tinggi (dengan fluktuasi kecil). Ada juga ikan yang senang hidup di perairan yang kadar garamnya rendah (dengan fluktuasi besar). Kelompok pertama (senang kadar garam tinggi) disebut ikan stenohaline. Kelompok kedua (senang  kadar garam rendah) disebut euryhaline. Ikan stenohaline hidup di perairan dalam, sedangkan untuk ikan euryhaline hidup di perairan dangkal atau pantai.
         Salinitas, pengaruhnya terhadap kehidupan dari ikan di laut cukup besar. Bila seekor ikan senang hidup pada perairan dengan tingkat salinitas 25‰, ini berate cairan dalam sel tubuh ikan itu isotonis dengan perairan yang tingkat salinitasnya 25‰. Jika ikan ini kemudian dimasukkan pada perairan yang salinitasnya lebih tinggi, misalnya 30‰, maka cairan dalam tubuh ikan menjadi hipotonis terhadap cairan di luar tubuhnya (perairan sekitarnya). Akibatnya, karena dinding sel tubuh ikan dapat berfungsi sebagai dinding semi permiabel, maka berdasarkan kaidah osmose, cairan osmose akan bergerak ke arah cairan hipertonis. Atau dengan kata lain, ikan mengalami dehidrasi, mengeluarkan cairan dalam tubuhnya. Ikan akan menjadi lemas, bahkan bisa mati karena kekurangan cairan.


         Hampir semua organisme hidup pada daerah yang mempunyai perubahan salinitas sangat kecil. Daerah estuarin adalah suatu daerah yang kadar salinitasnya berkurang karena adanya sejumlah air tawar yang masuk yang berasal dari sungai-sungai dan juga disebabkan oleh terjadinya pasang surut. Salinitas bersifat lebih stabil di lautan terbuka, walau di beberapa tempat menunjukkan adanya fluktuasi perubahan. Contohnya, salinitas permukaan  di perairan Laut Mediterania dam Laut Merah mencapai 39 – 41 psu, disebabkan banyaknya air yang hilang akibat besarnya penguapan yang terjadi pada waktu musim panas panjang. Sebaliknya salinitas turun tajam disebabkan besarnya curah hujan.
4.      Kedalaman
Kedalaman perairan memberikan petunjuk keberadaan parameter limnologi pada suatu habitat akuatik tertentu. Fitoplankton dalam melakukan fotosintesis membutuhkan sinar matahari, penyinaran cahaya matahari akan berkurang secara cepat sesuai dengan makin tingginya kedalaman suatu perairan tersebut. Oleh sebab itu, fitoplankton sebagai produsen primer hanya didapat pada daerah atau kedalaman dimana sinar matahari masih dapat menembus badan perairan. Sinar matahari yang masuk ke laut akan semakin berkurang energinya karena diserap (absorbsi) dan disebarkan (scattering) oleh molekul-molekul di laut. Selain berkurang energinya, sinar matahari yang masuk akan mengalami pula perubahan kualitas dalam komposisi spektrumnya.

2.5.   Ciri Umum Ikan Belanak
Ikan belanak secara umum bentuknya memanjang agak langsing dan gepeng. Sirippunggung terdiri dari satu jari-jari keras dan delapan jari-jari lemah. Sirip duburberwarna putih kotor terdiri dari satu jari-jari keras dan sembilan jari-jari lemah. Bibirbagian atas lebih tebal daripada bagian bawahnya ini berguna untuk mencari makan di dasar/organisme yang terbenam dalam lumpur (kriswantoro dan Sunyoto, 1986). Ciri lain dari ikan belanak yaitu mempunyai gigi yang amat kecil, tetapi kadang-kadang pada beberapa spesies tidak ditemukan sama sekali.


2.6.   Klasifikasi Ikan Belanak
  
Kerajaan:
Filum:
Kelas:
Ordo:
Famili:
Genus:
Spesies:
V. seheli
Valamugil seheli
(Forsskål, 1775)


2.7.   Daerah Penyebaran Ikan Belanak
Menyebar mullet atau ikan belanak terdapat di perairan tropis dan subtropis (FAO, 1974 di Adrim et al., 1988), juga ditemukan di air payau dan kadang-kadang di air tawar (Iversen, 1976). Mullet ditemukan di Pasifik di Fiji, Samoa, Kaledonia Baru dan Australia. Sementara di Asia, ditemukan di Indonesia, India, Filipina, Malaysia dan Sri Lanka.
Di Amerika Utara, "mullet" atau ikan belanak dengan sendirinya biasanya mengacu Mugilidae. Di Eropa, kata "mullet" biasanya memenuhi syarat, yang "ikan belanak abu-abu" yang Mugilidae dan "ikan belanak merah" atau "surmullets" menjadi Mullidae, terutama anggota genus Mullus. Para ikan belanak merah. Di luar Eropa, Mullidae sering disebut “goatfish”
Ikan dengan nama-nama umum termasuk kata "mullet" dapat menjadi anggota dari satu keluarga atau yang lain, atau bahkan tidak berhubungan seperti air tawar pengisap putih (Catostomus commersonii).
2.8.   Makanan Ikan Belanak
         Ikan belanak pada dasarnya memakan lumut disekitar habitatnya,lumut yang dimaksud adalah lumut yang menempel pada dasar air dipinggiran kali,selokan,atau kolam tambak.Lumut ini berbeda dengan lumut yang kita buat mancing ikan Nila atau Mujaher,lumut untuk mancing ikan nila biasanya memiliki helai-helai seperti daun berbentuk jarum namun lembut,sedangkan lumut untuk makanan ikan belanak berbentuk lembaran yang sangat lembut,saking lembutnya apabila kita ambil dengan tangan atau dipercikan air maka lumut ini mudah sekali hancur.
         Namun, pada umumnya untuk melakukan penangkapan ikan belanak dengan menggunakan pancing biasanya para pemancingan menggunakan umpan yang terbuat dari roti. Untuk melakukan pemancingan ikan belanak. Ikan belanak tidak akan tertangkap jika menggunakan umpan udang, oleh karena itu ikan belanak sangat sulit untuk dipancing. Karena ikan belanak termasuk ikan herbivore yaitu ikan Pemakan tumbuhan.

2.9.   Cara Memancing Ikan Belanak
Ikan Belanak adalah ikan yang selalu bergerombol dan terkenal sulit dipancing, habitat ikan Belanak berada di deburan ombak Belanak termasuk ikan yang hidup di air asin.dan.sungai. Ternyata ikan belanak bisa menjadi target pemancingan yang sangat menarik dan memuaskan. Selain membuat ketagihan karena tarikannya yang mengejutkan, hasil yang banyak juga bisa diharapkan kalau memancing ikan ini. Tetapi untuk mengailnya tentu ada teknik khusus yang harus dipelajari. Selama ini, teknik ini telah dikembangkan oleh pemancing-pemancing dari Jawa Barat, khususnya daerah Pesisir, Cilacap, Pangandaran dan sekitarnya memancing belanak secara umum dilakukan disungai dekat muara.
1.      Palesan/Joran
Walesan/Joran ujungnya lunak, untuk mempermudah mengendalikan tarikan ikan Belanak, karena ikan Belanak akan merasa takut apabila sudah muncul di atas permukaan air.


2.      Tali pancing
Tali pancing harus berkualitas bagus agar tidak mudah putus saat melakukan pemancingan ikan belanak nanti. Benang dengan ukuran 0.20 mm.
3.   Joran/pancing
            Gagang pancingnya juga harus dari benda yang bagus dan kokoh, untuk lebih tahan menggunakan joran.ukuran joran disesuaikan dengan besarnya ikan yang berada didalam air.

4.   Pelampung
Fungsi pelampung pada pancingan ikan belanak yaitu untuk mengetahui ikan terkait pancing atau tidak, jka pelampungnya tenggelam menandakan bahwa ikan sudah tertangkap atau terkait pada mata pancing
5.   Lokasi
Cari lokasi didaerah muara yang aliran arus tidak deras. Karena biasanya ikan belanak banyak terdapat pada perairan payau jka dibandingkan pada perairan laut dan sungai.

Gambar : melakukan pemancingan ikan belanak

Ikan belanak memang terkenal ikan yang sulit untuk dipancing, karena ikan belanak tidak dapat kita pancing jika menggunakan udang atau cumi-cumi seperti memancing ikan-ikan lain. Ikan belanak biasanya dipancing dengan menggunakan umpan roti. Ada beberapa cara pembuatan umpan pancing untuk ikan belanak yaitu.

1.      Umpan dari terigu
Bahan :
a.       Terigu
b.      Mentega
c.       Gula
d.      Air
e.       Gajih ayam
f.       Aroma pewangi
Cara pembuatannya:
Terigu ¼ kg dicampur air kurang lebih 5 sendok the, kemudian campurkan mentega secukupnya. Kemudian aduk dalam keadaan seperti kering, kemudian dikukus kurang lebih 10 menit. Sesudah itu diamkan sampai dingin, campurkan gajih ayam dan aroma pewangi dan pasta yang dibutuhkan.

2.   Umpan dari roti
      Bahan :
a.       Roti tawar
b.      Air
c.       Mentega
d.      Gajh ayam
Cara pembuatannya:
Roti tawar diaduk dengan air secukupnya, jangan terlalu lembek, campurkan mentega, gajih ayam sehingga umpan menjadi wangi dan segar.

3.   Umpan terbuat dari bumbu dapur
Bahan :
a.       Bawang merah
b.      Bawang putih
c.       Kacang tanah
d.      Minyak kelapa
e.       Aroma pewangi
Cara pembuatannya :
Bawang merah 3 buah dan bawang putih 5 siung diiris tipis, kacang tanah digoreng secara terpisah. Bawang merah dan bawang putih digreng secara bersamaan jangan sampai berubah warna. Sesudah itu ditumbuk bersamaan kacang tanah, minyak penggorengan dicampurkan kepada hasil tumbukan dan ditambah gajih ayam.



BAB III
KESIMPULAN

3.1.   Kesimpulan
         Adapun kesimpulan dari pembahasan diatas dapat kita simpulkan sebagai berikut.
1. Daerah Penangkapan Ikan merupakan suatu perairan dimana ikan yang menjadi sasaran penangkapan diharapkan dapat tertangkap secara maksimal.
2. Ikan belanak pada dasarnya memakan lumut disekitar habitatnya,lumut yang dimaksud adalah lumut yang menempel pada dasar air dipinggiran kali,selokan,atau kolam tambak.
3. Menyebar mullet atau ikan belanak terdapat di perairan tropis dan subtropis (FAO, 1974 di Adrim et al., 1988), juga ditemukan di air payau dan kadang-kadang di air tawar (Iversen, 1976). Mullet ditemukan di Pasifik di Fiji, Samoa, Kaledonia Baru dan Australia. Sementara di Asia, ditemukan di Indonesia, India, Filipina, Malaysia dan Sri Lanka.
4. Ikan belanak terkenal ikan yang sulit untuk dipancing, karena ikan belanak tidak dapat kita pancing jika menggunakan udang atau cumi-cumi seperti memancing ikan-ikan lain.


Daftar Pustaka

·               Balai Besar Pengembangan Penangkapan Ikan. 2005. Klasifikasi Alat Penangkapan Ikan Indonesia. Balai Besar Pengembangan Penangkapan Ikan, Semarang.
·               Balai Besar Pengembangan Penangkapan Ikan. 2006. Klasifikasi Alat Penangkapan Ikan Indonesia. Balai Besar Pengembangan Penangkapan Ikan, Semarang.
·               BPPI. 1996. Trammel Net dan Jaring Arad, Semarang.
·               Diniah, 2001. TRAWL : Suatu Tinjauan Terhadap Surat Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 39 Tahun 1980. Makalah Falsafah Sains Program Pascasarjana, Bogor : Fakultas Pascasarjana IPB dalam http://tumoutou.net/3_sem1_012/diniah.htm (21 juni 2006).
·               Effendie, Hefni. 2003. Telaah Kualitas Air. Kanisius, Jakarta.
·               H. Robert. 2005. Introduction to Physical Oceanography.p.52
·               Hutabarat, Sahala. 2000. Pengantar Oceanografi. Universitas Indonesia, Jakarta.
·               Mukhtar. 2008. Mengenal Pukat Hela. www.dkp.go.id/upload/PDPIOkt 2008/Mengenal Pukat Hela.pdf.
·               Nelwan, Alfan. 2004. Artikel Ilmiah/journal/Makalah Pribadi Falsafah Sains (PPS 702), Bogor IPB. Halaman 25-37.pdf
·               Nomura M. 1981.  Fishing  Tecniques 2. Japan International Cooperation Agency,Tokyo. p119 – 120.
·               Nontji, Anugerah. 1997. Laut Nusantara. Djambatan, Jakarta.
·               Nontji, Anugerah. 2002. Laut Nusantara. Djambatan, Jakarta.
·               Sudirman dan Mallawa. 2004. Teknik Penangkapan Ikan. Rineka Cipta, Jakarta.
·               Seminarpsp. Multiply. com/journal/item/8/setiawan_k2c003184_(17 mei 2011, 12.05)
·               Sudirman. 2003. Analisis Tingkah Laku Ikan untuk mewujudkan Teknologi Ramah Lingkungan dalam Proses Penangkapan pada Bagan Rambo. Disertasi(tidak dipublikasikan), Bogor: IPB, Program pascasarjana. Halaman 270 – 272.





3 comments:

  1. Bnyak hal yg ingin sya diskusikan mengenai ikan belanak jenis ini.. sya akan senang jika anda membalas komentar sya

    ReplyDelete
  2. Ayo Daftar Sekarang, Nikmati Freechip Berlimpah Setiap Hari... Join Disini Banyak Jenis Permainan Taruhan Online Terbaik, Kunjungi Website Kami Di Klik Disini dan Dapatkan Bonus Terbaru 8X 9X 10X win klik disini untuk mendapatkan akun Sabung Ayam anda dan Bonus Berlimpah.+

    ReplyDelete
  3. How to play baccarat: Rules, payouts and payout
    Baccarat is a favorite game in casino table games. Baccarat 바카라 is played with two หารายได้เสริม or 바카라 사이트 more players, two hands, two decks, and four cards.

    ReplyDelete

PRINSIP PENDINGINAN IKAN MENGGUNAKAN ES UNTUK MEMPERTAHANKAN KUALITAS KESEGARAN IKAN TUGAS MAKALAH MATA KULIAH TEKNIK PENANGANAN HAS...